KERUSAKAN TOTAL DAN ANUGRAH YANG BERDAULAT

       Manusia diciptakan Tuhan serupa dan segambar dengan-Nya. (Kej. 1: 27) Artinya manusia itu sempurna, seperti Allah. Namun ditempatkan dibawah-Nya. Maksudnya adalah meskipun manusia adalah gambar dan rupa Allah bukan berarti manusia sama kedudukannya dengan Allah. Allah tetap lah Sang Pencipta dan manusia hanyalah ciptaan.

       Sebagai ciptaan Allah, manusia diberikan tanggung jawab penuh untuk mengolah dan menata bumi serta berkuasa atas segala ciptaan yang ada. Selanjutnya bahwa manusia diciptakan Tuhan adalah hanya untuk memuliakan Allah melalui tanggung jawab tersebut. Walaupun ending nya manusia memberontak terhadap Allah, tidak taat pada perintah Allah. Karena manusia memiliki kehendak bebas. Bebas memilih untuk melakukan apa yang baik atau apa yang jahat. Maka nyata bahwa kebebasan itu telah hilang, manusia adalah budak dosa. 

       Sekarang telah nyata bahwa dosa itu disebabkan oleh manusia itu sendiri. Hal senada disampaikan oleh Abineno bahwa dosa bukanlah sesuatu yang datang dari luar manusia, namun dosa adalah perbuatan manusia sendiri melawan Allah. 

       Perbuatan manusia melanggar hukum Allah (Kej. 2: 16-17). Perbuatan manusia ini menunjukkan bahwa manusia memilih untuk tidak taat pada perintah Allah. Akibat ketidaktaatan manusia kepada perintah Allah, maka hubungan manusia dengan Allah menjadi putus. Manusia tidak memiliki hidup yang kekal, tidak mencerminkan kepribadian ilahi.

       Baan menjelaskan bahwa keadaan mati pada manusia adalah keadaan jahat dan dosa secara total. Hal ini lah yang disebut kerusakan total manusia. Adapun kata sifat total memiliki arti ganda menurutnya:

       Pertama, kata ini menunjukkan bahwa keadaan mati ini lengkap. Artinya bukan sakit, bukan cacat, bukan setengah mati melainkan sepenuhnya mati secara rohani. Manusia dicengkeram oleh kerusakan total, sehingga tidak mampu dan sanggup untuk membebaskan dirinya sendiri dari cengkraman ini. Harus ada mukjizat anugerah Allah yang bekerja. 

       Kedua, kata total memperlihatkan bahwa manusia rusak secara keseluruhan. Pengertiannya menjadi gelap sehingga tidak mengenal Allah. Keinginannya jahat dan salah sehingga cenderung melakukan apa yang jahat dan benar-benar melakukannya. Perasaan-perasaannya tak terkendali dan rusak sehingga menginginkan apa yang jahat dan membenci apa yang baik. Semua perbuatannya jahat dan salah. Kelakuannya diatur oleh dosa. Kehidupannya tunduk pada penguasa kegelapan yaitu iblis.

       Dengan demikian bahwa manusia tidak akan pernah mampu menyelamatkan dirinya sendiri dan bahwa manusia tidak memiliki kemauan untuk melakukannya. Hanya anugerah Allah yang menarik manusia dari cengkraman dosa kepada keselamatan. Hanya Allah yang membukakan jalan keselamatan itu melalui diri-Nya sendiri yang olehnya kita kenali dan percayai yaitu Tuhan Yesus. Maka demikian kita imani bahwa Dia adalah Allah Yang murah hati. 

       Anugerah Allah adalah anugerah yang berdaulat. Sebab seperti apapun itu, kita semua telah berdosa. Tidak seorangpun yang mampu mencari Allah. Sebab semua orang sama dihadapan Allah, yaitu jahat dan berdosa. Namun tidak semua orang berdosa itu dipilih untuk diselamatkan, hanya sebagian. Ini menunjukkan kehendak dan kedaulatan Allah yang baik. 

       Allah mengeluarkan sebagian orang dari keadaan dosa itu dan menyelamatkannya dan membiarkan yang lain di dalam kebinasaan. Mereka menjebloskan diri mereka sendiri atas kehendak dan keinginan sendiri. Maksudnya bahwa sebagian mereka yang binasa adalah karena keinginan dan kehendak bebasnya. Dalam hal inilah, kita sepatutnya berdiam diri dan menghormati Allah. Karena Dia juga adalah Allah yang berdaulat. 

Pdm. Fredrik Temartenan, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *